...Katon tampaknya begitu bersemangat, sangat berbeda sekali dengannya seminggu yang lalu. Berbeda seratus delapan puluh derajat saat dia menceritakan masalahnya. Aku dan Katon kemudian menghampiri Daus. Kami memutuskan untuk berjalan kaki.Tampak dari kejauhaan Daus sudah berdiri di depan rumahnya menunggu kami. Tinggal satu orang lagi. Lima ratus meter dari rumah Daus terdapat rumah joglo dengan gubuk kecil didepannya. Itulah rumah Syahdan. Kami menunggunya di gubuk kecil miliknya karena ia masih tidur pulas dan sedang dibangunkan oleh orang tuanya. Sesaat kemudian Syahdan sudah bangun dan langsung menghampiri kami.
This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Jumat, 04 Januari 2013
Demi Kesalahan (Part 3)
[Sebelumnya Demi Kesalahan Part 2]
...Katon tampaknya begitu bersemangat, sangat berbeda sekali dengannya seminggu yang lalu. Berbeda seratus delapan puluh derajat saat dia menceritakan masalahnya. Aku dan Katon kemudian menghampiri Daus. Kami memutuskan untuk berjalan kaki.Tampak dari kejauhaan Daus sudah berdiri di depan rumahnya menunggu kami. Tinggal satu orang lagi. Lima ratus meter dari rumah Daus terdapat rumah joglo dengan gubuk kecil didepannya. Itulah rumah Syahdan. Kami menunggunya di gubuk kecil miliknya karena ia masih tidur pulas dan sedang dibangunkan oleh orang tuanya. Sesaat kemudian Syahdan sudah bangun dan langsung menghampiri kami.
...Katon tampaknya begitu bersemangat, sangat berbeda sekali dengannya seminggu yang lalu. Berbeda seratus delapan puluh derajat saat dia menceritakan masalahnya. Aku dan Katon kemudian menghampiri Daus. Kami memutuskan untuk berjalan kaki.Tampak dari kejauhaan Daus sudah berdiri di depan rumahnya menunggu kami. Tinggal satu orang lagi. Lima ratus meter dari rumah Daus terdapat rumah joglo dengan gubuk kecil didepannya. Itulah rumah Syahdan. Kami menunggunya di gubuk kecil miliknya karena ia masih tidur pulas dan sedang dibangunkan oleh orang tuanya. Sesaat kemudian Syahdan sudah bangun dan langsung menghampiri kami.
“Tunggu sebentar aku siap – siap dulu” kata
Syahdan sambil mengucek – ucek mata karena masih ngantuk.
“Snack, air, senter, jaket, obat – obatan…”
Katon mengecek perbekalannya sambil kami menunggu Syahdan yang sedang bersiap.
“Buanyak banget, Ton!” sahutku
“Buat jaga-jaga, Ko” jawabnya
“Sebenernya kita ini mau kemana sih, Ton?”
tanya Daus
“Udah ntar aku critain pas di perjalanan aja”
jawab Katon
“Kok bawaanmu kayak mau pergi camping, Ton?”
sahutku
“Ini buat bekal, nanti kalau kalian butuh apa
– apa semua ada disini”jawabnya
Setelah semuanya siap, aku, Syahdan, Daus, dan
Katon, kamipun langsung berangkat.
Kami berjalan kaki menuju terminal karena
jarak terminal yang lumayan jauh itulah alasannya mengapa kami berangkat pagi –
pagi sekali. Kami tak tahu sebenarnya kami ini mau pergi kemana, kami ‘aku,
Syahdan dan Daus’. Kami hanya ikut Katon. Dialah yang merencanakan hal ini.
Sudah sekitar 10 menit kami berjalan Katon mulai menceritakan mengenai rencananya
ini
“Kita ini mau pergi ke Gunung Mara, kita
akan…………” celoteh Katon
Katon benar – benar telah mempersiapkan
semuanya. Gila, kami ini mau menemui dukun. Ya, seperti apa yang dikatakan
Katon. Nama dukun itu adalah Mbah Suro. Nama itu sudah tak asing lagi ditelinga
kami ia adalah dukun yang sangat terkenal. Aku sampai merinding mendengarkan
cerita dari Katon mengenai kesaktian Mbah Suro seorang sakti mandraguna yang
mampu “menerawang”. Orang yang sudah dianggap dongeng bagi masyarakat modern
namun tidak bagi sebagian besar masyarakat didesa kami. Ialah tokoh yang
dianggap raja ilmu gaib dan orang paling sakti di atas yang tersakti, biang
semua keganjilan, dan muara dari semua ilmu aneh. Banyak yang beranggapan Mbah
Suro tak lebih dari sekadar mitos untuk menakuti anak kecil agar cepat – cepat
tidur. Tapi banyak juga yang berani bersaksi bahwa ia benar-benar ada. Ia
tinggal di sebuah gua di Gunung Mara. Konon cerita ia adalah penjaga gunung
tersebut. Namun baru-baru ini tersiar kabar bahwa Mbah Suro masih exist dalam
dunia perdukunan. Ini terbukti, dari kabar yang baru-baru ini tersiar didesa
kami bahwa ia telah menemukan seorang anak perempuan yang sudah sebulan hilang
di pasar dan baru ditemukan oleh orang tuanya dengan bantuan Mbah Suro
disekitar sungai dibelakang desa kami.
Kami harus naik bis untuk menuju ke kota
sebelah dimana terdapat gunung Mara. Gunung ini terdapat pada perbatasan antara
kota sebelah dengan kota Anting dan gunung ini termasuk didalam tiga belas desa
yang terdapat disekitarnya. Dalam perjalanan saat tiba di terminal kota kami,
kami bertemu dengan pak Darwo, beliau adalah juragan beras didesa kami. Kami
kenal akrab dengan beliau, karena beliau adalah satu-satunya juragan beras
didesa kami.
“Ko, mau kemana?” tanya pak Darwo
“Ini pak mau……………..duuuh……, napa sih, Ton”
jawabku namun terhenti karena Katon menginjak kakiku
“Jangan bilang ke pak darwo kita mau ke gunung
Mara” bisik Katon dengan volume sangat kecil
“Mau ke rumah teman lama pak” sahut Katon
“Kok bawa tas ransel segala?”
“Ooh ini oleh-oleh buat teman”jawab Katon
“Rumahnya dimana? Yuk mari bapak antar,”
“Ah tidak pak rumahnya dekat terminal ini,
jalan sebentar juga sudah sampai” jawab Katon
“Oow ya sudah, hati-hati dijalan, bapak pergi
dulu”
“Iya, mari pak” salam kami bertiga
“Ton, kok bohong sih?” tanyaku
“Soalnya aku tadi pergi gak izin ortu, ntar
kalau pak Darwo cerita ke ortu ku gimana?”alasan Katon
“Lhoh kalau nanti pak Darwo cerita kan juga
bisa” bantah Daus
“Udah ah biarin gak usah dibahas” kata Katon
Kamipun melanjutkan perjalanan.
Pada awalnya perjalanan cukup lancar yakni
dari terminal kota kami menuju ke terminal kota sebelah. Sekitar pukul sepuluh
pagi kami sampai dikota sebelah. Dan perjalanan kami lanjutkan dengan menaiki
angkot menuju ke kecamatan Gedong. Kami turun disekitar perbatasan kecamatan
Gedong dengan kecamatan Lanun. Dari sini kami teruskan dengan berjalan kaki,
karena kaki gunung Mara sudah tak jauh lagi. Namun, menjelang tengah hari saat
kami sampai kaki gunung tiba-tiba awan gelap menggantung tepat diatas gunung Mara.
Awan gelap menggantung tepat diatas gunung
Mara, peristiwa ini seakan menandakan bahwa Mbah Suro menyambut kedatangan
kami. Sama sekali tidak diduga sebelumnya. Angin mendadak marah dan langit
mulai mendung. Hujan deras nampaknya akan menghantam kami. Semua temanku pucat
pasi. Namun sudah terlambat untuk kembali pulang, lagi pula kami hampir tiba di
tempat tujuan kami.
Hujan deras yang kami kira akan menghantam
ternyata tak kunjung turun. Ini lebih baik, karena cuaca mendung akan
melindungi dan mengurangi panas teriknya matahari. Namun sepertinya ada yang
ganjil siang hari jadi tampak seperti malam hari, begitu gelap. Dan ditambah
dengan rapatnya pepohonan yang tumbuh di gunung Mara ini membuat jalan kami
semakin sulit. Banyak pohon yang tumbang sehingga menghalangi jalan kami.
Tiba-tiba Syahdan menunjuk jauh ke arah depan,
disana terdapat sebuah pemandangan yang membuat kami merinding hebat, kabut
tebal yang entah sejak kapan ada disana. Kabut itu seakan bergerak mendekati
kami, suasananya sunyi senyap, seolah kabut itu meredam semua suara. Jarak
pandang kami menjadi terbatas. Tak ada jalan lain kami memutuskan untuk
menerobos kabut tebal itu. Dengan berbekal sebuah senter kami berjalan berhati
– hati menerobos tebalnya kabut gunung Mara. Hampir satu jam kami masih
berjalan dalam kabut tebal ini. Kami berjalan tak tentu arah. Kami takut kalau
– kalau tidak menemukan apa yang kami cari. Kami merasa pencarian kami tidak
ada artinya, karena sudah hampir berjalan begitu lama kami masih belum
menemukan goa tempat Mbah Suro tinggal. Kami merasa, Mbah Suro itu mungkin
benar hanya mitos untuk menakuti anak kecil agar cepat – cepat tidur....
[Bersambung Demi Kesalahan Part 4]
Kamis, 03 Januari 2013
Berapa umur Bumi kita sekarang???

Apakah anda tau berapa umur bumi kita sekarang?? berikut informasi yang saya peroleh dari USGS.
Sejauh ini para ilmuwan tidak menemukan cara yang tepat untuk menentukan umur bumi secara langsung dari batu bumi , karena bebatuan tertua bumi telah didaur ulang dan dihancurkan oleh proses lempeng tektonik. Jika ada salah satu batu-batu purba Bumi yang tersisa dalam keadaan asli mereka, mereka belum ditemukan. Namun demikian, para ilmuwan telah dapat menentukan usia mungkin tata surya dan untuk menghitung usia bumi dengan mengasumsikan bahwa bumi dan seluruh tubuh padat dalam Tata Surya terbentuk pada waktu yang sama dan, karenanya, dari usia yang sama.
Batuan kuno yang kira-kira berusia melebihi 3,5 miliar tahun ditemukan di semua benua bumi. Batu tertua di Bumi yang ditemukan sejauh ini adalah Acasta Gneisses di barat laut Kanada dekat Danau Great Slave (4,03 Ga) dan batuan Isua Supracrustal di West Greenland (3,7-3,8 Ga), tapi diteliti dengan baik batuan tua hampir sama juga ditemukan dalam Sungai Minnesota Valley dan utara Michigan (3.5-3.7 milyar tahun), di Swaziland (3.4-3.5 milyar tahun), dan di Australia Barat (3.4-3.6 milyar tahun). [Lihat Catatan Editor.] Batuan kuno ini telah tanggal oleh sejumlah metode penanggalan radiometrik dan konsistensi hasil para ilmuwan memberikan keyakinan bahwa usia yang tepat dalam beberapa persen. Sebuah ciri menarik dari batu-batuan kuno ini adalah bahwa mereka bukan dari jenis “primordial kerak” tetapi aliran lava dan sedimen diendapkan dalam air dangkal, merupakan indikasi bahwa sejarah Bumi dimulai jauh sebelum batu-batu ini diendapkan.
Di Western Australia, satu kristal zirkon yang ditemukan di batuan sedimen yang lebih muda memiliki umur radiometrik sebanyak 4,3 miliar tahun, membuat kristal kecil ini bahan-bahan yang tertua yang bisa ditemukan di Bumi sejauh ini. Sumber batu kristal zirkon tersebut belum ditemukan. Diukur untuk usia tertua bumi bebatuan dan kristal tertua menunjukkan bahwa paling tidak usia Bumi 4,3 miliar tahun tetapi tidak mengungkapkan persis usia pembentukan bumi. Usia terbaik untuk Bumi (4,54 Ga) didasarkan pada batu tertua, dugaan mengarah satu-tahap digabungkan dengan rasio Pb troilite dari besi meteorit, terutama meteorit Diablo Canyon.
Selain itu, mineral butir (zirkon) dengan U-Pb usia sekitar 4.4 Ga baru-baru ini dilaporkan dari batuan sedimen di barat-tengah Australia. Bulan adalah planet yang lebih primitif dari Bumi karena belum terganggu oleh lempeng tektonik; demikian, beberapa batu yang lebih kuno yang lebih banyak. Hanya sejumlah kecil dari batu-batu itu kembali ke Bumi oleh Apollo enam dan tiga misi Luna. Batu ini sangat bervariasi dalam usia, merupakan cerminan dari usia mereka yang berbeda pembentukan dan sejarah berikutnya. Bulan saja mempunyai usia antara 4,4 dan 4,5 miliar tahun dan memberikan usia minimum untuk pembentukan planet tetangga terdekat kita. Ribuan meteorit, yang merupakan pecahan dari asteroid yang jatuh ke bumi, telah ditemukan. Objek primitif ini memberikan umur yang terbaik untuk saat pembentukan tata surya. Ada lebih dari 70 meteorit, dari berbagai jenis, usia yang telah diukur dengan menggunakan teknik penanggalan radiometrik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meteorit, dan karena itu tata surya, terbentuk antara 4,53 dan 4.58 miliar tahun yang lalu. Umur yang terbaik untuk Bumi tidak berasal dari individu bebatuan tapi dengan mempertimbangkan Bumi dan meteorit sebagai bagian dari sistem yang berkembang yang sama di mana komposisi isotop timah, khususnya rasio timah-207 untuk memimpin-206 berubah seiring waktu karena yang peluruhan radioaktif uranium-235 dan uranium-238, masing-masing. Para ilmuwan telah menggunakan pendekatan ini untuk menentukan waktu yang dibutuhkan untuk isotop di Bumi tertua bijih timah, yang hanya ada beberapa, untuk berevolusi dari komposisi primordial, yang diukur dalam fase bebas uranium besi meteorit, ke dalam komposisi di saat ini bijih timah dipisahkan dari mantel mereka waduk. Hasil perhitungan ini dalam zaman untuk bumi dan meteorit, dan karenanya Tata Surya, dari 4.54 milyar tahun dengan ketidakpastian kurang dari 1 persen.
Tepatnya, usia ini merupakan kali terakhir yang mengarah melalui isotop yang homogen Tata Surya bagian dalam dan waktu yang mengarah dan uranium itu dimasukkan ke dalam tubuh padat Tata Surya. Usia 4.54 milyar tahun ditemukan untuk tata surya dan Bumi kita konsisten dengan perhitungan saat ini 11 hingga 13 miliar tahun untuk usia Galaxy Bima Sakti (berdasarkan tahapan evolusi bintang gugus bola) dan usia 10 hingga 15 milyar tahun untuk usia Alam Semesta (berdasarkan resesi galaksi jauh).
Source :
FenomenouS
Selasa, 01 Januari 2013
Demi Kesalahan (Part 2)
[Sebelumnya Demi Kesalahan Part 1]
...Satu lagi temanku datang, yang sudah dari tadi kami tunggu. Baru terlihat batang hidungnya sekarang. Nah, lengkap sudah anggota empat sekawan, persahabatan yang sudah terbentuk sejak kami masih Sekolah Dasar. Kami berempat bertetanggaan, rumah kami masing – masing berjauhan, namun masih dalam satu komplek perumahan.
...Satu lagi temanku datang, yang sudah dari tadi kami tunggu. Baru terlihat batang hidungnya sekarang. Nah, lengkap sudah anggota empat sekawan, persahabatan yang sudah terbentuk sejak kami masih Sekolah Dasar. Kami berempat bertetanggaan, rumah kami masing – masing berjauhan, namun masih dalam satu komplek perumahan.
Dengan langkah seperti orang yang tak punya
tenaga, ia turun dari motornya dan menghampiri kami. Melihat caranya
melangkahkan kaki, ku berpikir ada sesuatu masalah yang sedang dia alami. Tak
seperti biasanya, yang selalu riang selama bersama kami. Langkahnya seperti
menunjukkan tidak adanya kalori dalam tubuhnya. Energinya seperti telah habis,
seperti telah ia keluarkan semuanya untuk melawan pasukan robot. Ada apa
denganmu, Katon?
Belum sempat ku bertanya kepada Katon mengenai
keadaannya, Daus sudah terlebih dahulu mendahului.
“Loe kenapa Ton?. Kok kayak e lemes gitu”,
kata Daus yang juga memperhatikan langkah Katon.
“ He’e e.. kayaknya gak semangat ”, kataku.
Sambil mencari tempat untuk duduk, Katon mencoba menjawab pertanyaan kami.
“ Gimana gak lemes, aku barusan dimarahi
mamiku”, jawabnya.
“ Ada masalah ya? Cerita ke kita dong, siapa
tahu bisa bantu”, sahut Syahdan.
“ Iya, aku juga mau crita, begini….. ”,
jawabnya sambil duduk ditengah-tengah kami, Katon mulai menceritakan
masalahnya.
Katon terjebak dalam situasi kritis dan sangat
mungkin ia tidak dapat mengikuti ujian akhir. Surat peringatan telah
diterimanya tiga kali. Surat yang ditujukan untuk orang tuanya itu tidak pernah
ia sampaikan, masih terlipat rapi di dalam tas sekolahnya. Nilai-nilai rapor
Katon hancur karena agaknya ia sulit berkonsentrasi dalam pelajaran sekolahnya.
Hari demi hari pendidikannya semakin memprihatinkan. Wali kelasnya sudah tak
tahan lagi dengan keadaan anak didiknya yang tak kunjung membaik. Dan pagi hari
tadi, beliau datang ke rumah Katon. Beliau menceritakan pendidikan Katon yang
semakin mencemaskan. Termasuk nilai-nilai ulangannya yang persis penerjun yang
terjun dengan parasut cadangan yang tak mengembang, terjun bebas. Ia tidak
pernah menceritakan hal ini pada siapapun, bahkan kepada kami, dan apalagi
kepada orang tuanya. Baru kali ini ia menceritakannya, rapor terakhirnya
memperlihatkan deretan angka merah seperti punggung dikerok. Tak
tangung-tanggung Matematika, bahasa Inggris, dan IPA hanya mendapat angka 3.
Mendengar apa yang diceritakan oleh wali
kelas, jelas orang tua Katon merasa malu dan sekaligus marah. Saat wali
kelasnya pulang, Katon langsung dimarahi, dinasehati dan diberi pelajaran oleh
kedua orang tuanya, terutama dari ayahnya. Ayahnya menuding pacaran sebagai
sumber dari kemerosotan nilai – nilai Katon. Katon hanya merunduk dan
mendengarkan semua perkataan kedua orang tuanya. Memang baru kali ini Katon
memiliki kekasih, semenjak itu ia memberikan perhatiannya kepada orang lain
daripada kepada pelajarannya. Dan setiap kali kami berkumpul, Katon selalu
menceritakan percintaanya kepada kami. Kami juga dengan baik mendengarkan apa
yang diceritakannya. Kami ikut senang jika Katon senang. Namun jika keadaanya
malah seperti ini, bukankah hanya akan merugikan diri Katon sendiri. Kadang
sesuatu yang awalnya terlihat baik justru buruk pada akhirnya dan kita tidak
menyadarinya. Seperti itulah apa yang dialami temanku, Katon.
Katon juga menyadari bahwa pacaran membuatnya
tidak dapat berkonsentrasi dalam belajar. Malam hari saat seharusnya dia
belajar justru dipakainya untuk “sms-an” dengan kekasihnya. Sehingga keesokan
harinya ulangannya mendapat nilai buruk. Aku yang juga teman satu SMA dan juga
teman sekelasnya, sering melihat Katon tidak memperhatikan guru saat mengajar.
Ia juga kesulitan dalam menjawab pertanyaan yang diberikan. Katon sering
melamun sendirian dan mungkin hanya kekasihnya yang ada dalam pikirannya. Cinta
bagaikan bejana anggur yang telah mengisi penuh cawan Katon, dan ia meminumnya
sebanyak apa pun yang dituangkan. Lalu dia menjadi mabuk karena tidak menyadari
kekuatan sang anggur. Mabuk yang pertama kali adalah mabuk yang paling
memusingkan. Jatuh yang pertama kali adalah jatuh yang paling menyakitkan.
Orang-orang berkata bahwa cinta pertama adalah yang terindah, dan kenangan
bahagianya tidak akan pernah mati. Dan barang kali seperti itu yang dirasakan
Katon. Ia terlampau bahagia hingga tidak pernah mempersoalkan bahwa cinta yang
tengah menyelimutinya dapat berbalik mencekik, dan akhirnya akan menghancurkan
dirinya.
Kesalahan pertama: terlalu mencintai seseorang akan akan dapat menghancurkan diri, karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.
Kesalahan pertama: terlalu mencintai seseorang akan akan dapat menghancurkan diri, karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.
Mendengar ceritanya kami pun mengerti mengapa
ia terlihat begitu tidak bersemangat, tidak seperti biasanya, seperti
menunjukkan tidak adanya kalori dalam tubuhnya dan energinya seperti telah
habis, seperti telah ia keluarkan semuanya untuk melawan pasukan robot. Katon
termenung setelah menceritakan masalahnya kepada kami. Ia masih terlihat tidak
bersemangat, ya jelaslah masalahnya belum selesai. Kami berharap dengan Katon
menceritakan masalahnya kepada kami dapat mengurangi kegelisahannya walau hanya
seper seratusnya saja.
Mencoba untuk membantu Katon, Daus menyarankan
agar Katon menghentikan hubungan percintaannya terlebih dahulu.
“ Nggak !! aku nggak bisa, aku masih
mencintanya”, bantah Katon.
“Cinta ? Untuk apa jika hanya membuatmu
menderita”, sahutku hampir bersamaan dengan Syahdan.
“ Gak bisa, pokoknya gak bisa !! ”, seru Katon
mempertahankan pendapatnya.
Lalu tak tahu siapa yang memulai tiba-tiba
Katon tersenyum, seperti menandakan ia telah mendapatkan penyelesaian
masalahnya. Entah darimana ia mendapatkan cara tidak masuk akal yang unik,
lucu, dan paling mengandung mara bahaya. Entah setan mana yang membisikkan
suara kemusyrikan pada telinga Katon. Gagasan yang benar – benar jauh sekali
dari pemikiran orang bijak. Cara yang menurutnya paling mudah untuk
menyelesaikan masalahnya. Cara yang seharusnya tidak tersirat sedikitpun pada
pikiranya. Dan tak tanggung – tanggung, cara itu adalah pelanggaran paling
berat dalam konteks moral. Gagasan yang bisa saja berakibat buruk pada dirinya
dan dapat memperuburuk keadaan. Gagasan yang pasti tidak kami setujui dan pasti
tidak kami sarankan kepadanya. Katon memilih bahwa kekuatan supranatural dapat
memberi mereka solusi atas nilai – nilainya yang anjlok di sekolah. Melalui
jalan pintas dunia gaib perdukunan.
Perbedaan pendapat pun terjadi antara kami
Daus, aku dan Syahdan dengan Katon.
“ Caramu itu gak pantas dilakukan ! ”
“ Itu gak bener Ton ! ”
“ Bener – bener salah cara kamu itu ”
“ Cara kamu itu gak masuk akal Ton ” kami
bertiga bergantian menasehatinya. Namun dasar sudah watak keras kepala, Katon
tetap dengan ide gilanya itu. Berbagai nasehat kami sampaikan kepadanya mulai
dari bahayanya karena menyekutukan tuhan sampai akibat buruk jikalau melakukan
kesalahan juga syarat – syarat yang abnormal yang musti dikerjakan. Sepertinya
tak mempan padanya. Ia tetap yakin nilai – nilainya yang bermasalah di sekolah
dapat diatasi dengan bantuan dunia gaib yang menyekutukan tuhan.
“ Gak akan terjadi apa – apa, kita coba dulu.
Dah, kalian percaya aku aja” kata Katon mencoba meyakinkan kami.
“ Percaya pada ide konyol kayak gitu?? ”,
sahut Syahdan.
“ Dah begini aja daripada ntar tambah jadi
kacau, kita ikut saja. Ntar kalau ada apa – apa kami bisa bantu, tapi kami gak
mau ada urusan kalau terjadi sesuatu yang buruk. Gimana ? ” kata Daus mencoba
memperbaiki keadaan.
“ Ikut ? Jangan buat saran yang asal – asalan
Us ” , sahut Syahdan.
“ Kalau kita ikut kan bisa memantau kalau –
kalau terjadi sesuatu, Gimana Ko ? ” , tegas Daus.
“ Bener juga sih tapi kalau ada apa – apa aku
gak mau tau ” jawabku.
“ Dah tinggal kamu Dan, gak bakal terjadi apa
– apa deh ” , bujuk Katon.
Mata Syahdan tertuju pada kami bertiga, ia
sedang mempertimbangkanya.
“ Iy aku ikut deh, daripada nanti ada apa –
apa ma kalian ” , kata Syahdan.
“ Nah gitu donk itu namanya setia kawan” , kata
Daus.
Dan akhirnya kami menyetujui Katon, meski
dalam hati kami masih tidak setuju dengan hal yang akan kami lakukan.
Kesalahan kedua: memutuskan suatu solusi masalah tanpa pemikiran yang mantap.
Seminggu setelahnya, kami akan menemani Katon mewujudkan solusi yang sudah didapatkan seminggu sebelumnya. Pagi – pagi sekali Katon sudah menghampiriku. Sebelumnya aku sudah tahu kalau Katon menghampiriku sepagi ini. Jadi begitu ia tiba dirumahku kami langsung saja berangkat. Aktifitas belum banyak dimulai, bahkan orang tuaku masih terlelap, ya benarlah karena ini baru jam 4 pagi. Baru 4 jam orang melalui hari minggu kedua bulan April ini, kami empat sekawan sudah memulai aktifitas demi sebuah kesalahan...
[Bersambung Demi Kesalahan Part 3]
Kesalahan kedua: memutuskan suatu solusi masalah tanpa pemikiran yang mantap.
Seminggu setelahnya, kami akan menemani Katon mewujudkan solusi yang sudah didapatkan seminggu sebelumnya. Pagi – pagi sekali Katon sudah menghampiriku. Sebelumnya aku sudah tahu kalau Katon menghampiriku sepagi ini. Jadi begitu ia tiba dirumahku kami langsung saja berangkat. Aktifitas belum banyak dimulai, bahkan orang tuaku masih terlelap, ya benarlah karena ini baru jam 4 pagi. Baru 4 jam orang melalui hari minggu kedua bulan April ini, kami empat sekawan sudah memulai aktifitas demi sebuah kesalahan...
[Bersambung Demi Kesalahan Part 3]
Kamis, 10 Desember 2009
SO7 masuk 150 lagu ter baik sepanjang masa

selamat buat so7 yang masuk 150 lagu indonesia versi rolling stone (#29 dan) & melompat lebih tinggi (#147) jalan terus s07 y Inilah Daftar Resmi "Rolling Stone 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa" --> Rolling Stone 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa


1/04/2013 07:09:00 PM
Rifan Aditya